Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, kepada 70 orang reponden.100% siswa mengalami miskonsepsi.
Seluruh siswa mengatakan kalau suhu sendok besi lebih rendah daripada
suhu pada sendok plastik. Mereka berpikir begitu karena mereka memegang
besi terasa dingin sedangkan plastik tidak. Konsepsi ilmiahnya adalah suhu
sendok plastik dan sendok besi jika diukur dengan menggunakan
termometer akan menunjukkan nilai yang sama karena antara sendok
plastik, sendok besi, dan air es sudah terjadi kesetimbangan termal.
sendok besi kita pegang terasa lebih dingin karena sendok besi menyerap
kalor dari tangan kita (besi merupakan konduktor) sedangkan sendok kayu
tidak menghantarkan kalor dari tangan ke air es sehingga sendok besi
tidak terasa dingin.
Banyak
kesalahan konsep dalam suhu dan kalor, penulis akan memulai dengan
penulisan derajat kelvin. Sering kali siswa banyak menuliskan satuan
kelvin (K) dengan menambahkan derajat sehingga menjadi derajat kelvin.
Sekilas penulisan tersebut tidak ada masalah, tetapi kita harus tahu
bahwa aturan yang sebenarnya untuk penulisan satuan suhu dalam SI adalah
tanpa tambahan derajat Kelvin atau hanya ditulis Kelvin saja (K).
Konsep
yang kedua adalah tentang pemuaian. pemuaian pada benda tidak ke arah
membesar saja (ke arah x atau -x) tetapai pemuaian suatu benda linear
terhadap dimensinya. ketka suhu sebuah benda neningkat, semua dimensi
linear akan bertambah ukurannya. ini termasuk pada benda yang berlubang
yang akan memuai dengan cara yang sama seperti jika lubang tersebut
diisi dengan bahan. Perlu diingat bahwa pemuaian termal mirip dengan
fenomena pembesaran dalam fotografi. cara mudah memahami tulisan ini
adalah kita bayangkan besi berbentuk tabung tetapi berlubang di
tengahnya.Pinggir tabung sisi terluar akan memuai ke arah luar tabung
(sisi terluar) sedang untuk sisi yang menghadap ke dalam (lubang di
tengah yang bolong) akan sama dengan sisi terluarnya yaitu memuai ke
luar (searah sisi terluar). bahan kesalahan konsep di sini. Banyak yang
hanya memahami menyamping sehngga persepsi mereka banyak yang mengarah
ke dalam. itu kesalahan konsep.
ketika
membaca buku-buku fisika, kita akan menjumpai istilah energi termal dan
energi ikatan. energi termal dapat diartikan sebagai bagian dari energi
dalam yang berkaitan dengan gerak acak molekul dan oleh karena itu,
berhubungan dengan suhunya. energi ikatan adalah energi potensial antar
molekul. dengan demikian, energi dalam = energi termal + energi ikatan.
kalau masih bingung bayangkan saja isi di dalam partikel ada molekul.
antar molekul dipisahkan dengan jarak. dari hal tersebut antar molekul
akan memiliki energi potensial. energi potensial didapatkan dari posisi
suatu benda. sedangkan untuk energi termal hampir sama dengan energi
dari gerak kinetik suatu benda. energi kinetik merupakan energi yang
ditimbulkan dari pergerakan suatu benda. jadi terdapat pergerakan acak
molekul sehingga bisa dibilang pergerakan tersebut menimbulkan energi.
selanjutnya
adalah tentang istilah kalor jenis. istilah kalor jenis merupakan
istilah yang kurang baik dari masa lalu, dari masa ketika termodinamika
dan mekanika berkembang sendiri-sendiri. istilah yang lebih baik
untuknya adalah perpindahan energi spesifik, tetapi istilah sebelumnya
terlalu sulit untuk digantikan. kalor jenis dari zat adalah kapasitas
kalor per satuan massanya. kalor jenis pada dasarnya merupakan suatu
seberapa tidak sensitifnya zat secara termal terhadap penambahan energi.
di dalam beberapa buku teks fisika dan keteknikan menyatakan hukum pertama termodinamika sebagai
delta Edalam = Q-W
dengan
tanda minus antara kalor antara kalor dan usaha. Alasannya, usaha yang
didefinisikan dalam persamaan ini adalah usaha yang dilakukan oleh gas,
bukan usaha yang diberikan pada gas. Dengan demikian, jika usaha positif
dilakukan oleh gas, maka energi meninggalkan sistem.
Banyak
orang berfikir bahwa tidak akan ada perpindahan energi berupa kalor
jika suhu tidak berubah. (ingat, kalor merupakan perpindahan energi).
jangan terjebak untuk berfikir bahwa tidak akan ada perpindahan energi
berupa kalor jika suhu tidak berubah, seperti pada kasus isotermal. oleh
karena suhu dapat berubah oleh kalor ataupun usaha, suhu dapat bernilai
tetap bahkan jika ada energi yang memasuki sistem berupa kalor. Hal ini
hanya dapat terjadi jika energi yang memasuki gas dalam bentuk kalor
keluar keluar dari gas dalam bentuk usaha.
Komentar
Posting Komentar